Bulan: Agustus 2019

El Nino Beraksi, Produksi Padi Tetap Terkendali Bagian 2

“Pangan aman, masyarakat tenang. Dampak kekeringan insya Allah nggak ada masalah karena kita persiap kan sejak tiga tahun yang lalu. Kita membangun 30 ribu embung, irigasi 3,4 juta ha, terbesar sepanjang sejarah, dam-dam kecil, juga pompanisasi,” ulasnya mantap. Kementan optimis produksi beras tahun ini akan surplus sekitar 17,92 juta ton.

Perkiraan surplus tersebut dihitung dari target produksi padi 2018 sebesar 83,03 juta ton Gabah Kering Giling (GKG) atau 48,29 juta ton setara beras, sedangkan perkiraan total konsumsi beras nasional hanya 30,37 juta ton.

Menurut Amran, rerata panen padi mencapai 1 juta ha/bulan sepanjang 2018. Pada kesempatan berbeda, Sumardjo Gatot Irianto, Dirjen Tanaman Pangan, Kementan, menambahkan, produksi padi Januari–September tahun ini jauh lebih baik daripada tahun lalu. “Produksi dan luas panen padi pada Aram (Angka Ramalan) I 2018 lebih tinggi dibandingkan Atap (angka Tetap) 2017. Produktivitas padi 2018 meningkat dibandingkan 2017,” ujarnya di Jakarta, Senin (1/10). Produksi naik karena tiga faktor utama, yakni perluasan tanam, produktivitas meningkat karena cuaca yang baik, dan menurunnya serangan OPT. Dari luas tanam padi nasional, imbuh Gatot, maksi mal berkurang 5% karena kekeringan, kebanjiran, hingga serangan OPT. “Jadi, panennya itu sekitar 95%,” katanya.

Gatot juga meyakini, fenomena El Nino justru ikut membantu penambahan luas tanam. “El Nino lemah itu bukan tren tapi opportunity (peluang) karena saat itu rawa-rawa yang tergenang air justru berkurang dan bisa kita tanami. Kalsel, Sulsel, dan Lampung luas tanamnya naik tinggi,” papar Dirjen. Biasanya luas tambah tanam (LTT) pada Sep tember hanya 1,1 juta ha tetapi September tahun ini meningkat menjadi 1,5 juta ha.

Kementan pun merevisi aturan uji multilokasi benih unggul lokal untuk mendukung pertanaman padi di lahan rawa. “Unggul lokal itu unggul di wilayah tersebut. Sudah, dianalisis daya tumbuhnya, kadar airnya, kotoran benihnya berapa, langsung bisa dilakukan sertifikasi. Perubahan ini memungkinkan varietas-varietas unggul lokal yang selama ini tidak bisa dikembangkan, dikembangkan di daerah itu,” jelas Gatot.

Di samping itu, Kementan juga memperkuat pengadaan alat dan mesin pertanian (alsintan) pascapanen untuk 2018 dengan memperbanyak pengering sekitar 801 unit dan rice milling unit sebanyak 97. Anggaran pengadaan ini baru diterima Kementan awal September 2018 sehingga masih dalam proses inisiasi dan tahap pembangunan.

El Nino Beraksi, Produksi Padi Tetap Terkendali

Dampak kekeringan insya Allah nggak ada masalah karena kita persiapkan sejak tiga tahun yang lalu. Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memprediksi musim hujan pada 2018 di Indonesia mulai berlangsung mulai Oktober. Dwikorita Karnawati, Kepala BMKG menjelaskan sebanyak 78 Zona Musim (ZOM) atau 22,8% di wilayah Sumatera, sebagian besar Jawa, Nusa Tenggara Timur (NTT), sebagian Sulawesi mengawali musim hujan pada Oktober 2018. Wilayah yang memasuki musim hujan pada November 2018 sebanyak 147 ZOM atau 43,0% meliputi Sumatera, Jawa, Bali, Nusa Tenggara Barat (NTB), NTT, Sulawesi, Kalimantan, dan Papua. Sisanya, sebanyak 85 ZOM (24,9%) mengalami musim hujan mulai Desember 2018.

Dwikorita menambahkan, fenomena El Nino diprediksi berpeluang aktif pada September 2018 hingga 2019. Kondisi ini secara tidak langsung menyebabkan awal musim hujan di sebagian besar wilayah Indonesia menjadi terlambat dari biasanya. El Nino diprediksi akan kembali netral pada awal 2019. Bagaimana pengaruh perubahan iklim terhadap produksi padi nasional? Perubahan Iklim Menurut Dedi Nursyamsi, Kepala Balai Besar Litbang Sumber Daya Lahan Pertanian (BBSDLP), Kementerian Pertanian (Kementan), El Nino yang diprediksi menguat pada akhir 2018 ini sebagai dampak perubahan iklim. “Iklim jadi nggak menentu.

El Nino atau kekeringan dan La Nina sering terjadi dan volumenya makin meningkat, dari lima tahun sekali menjadi tiga tahun sekali,” urainya. Selain kerap terjadi El Nino dan La Nina, ungkap Dedi, perubahan iklim juga menye babkan serangan organisme pengganggu tumbuhan (OPT) tidak keruan. “Dulu (OPT) nggak muncul, sekarang muncul karena predator hama penyakit mati gara-gara suhu meningkat sehingga berkembang pesat,” ulas Dedi.

Yang tidak kalah penting, es di kutub utara dan selatan mencair lantaran suhu bumi meningkat sehingga muka air laut meningkat. Sekitar 60% sawah di Indonesia ada di kawasan pesisir, seperti Pantai Utara Jawa yang menyebar dari Banten hingga Jawa Timur. Peningkatan muka air laut tersebut akan menggenangi dan mengintrusi sawah. “Air laut itu racun bagi tanaman. Padi toleran terhadap salinitas. Tapi kalau salinitasnya kencang, nggak tahan, mati juga,” lanjutnya. Beras Aman Terkait dampak El Nino 2018 terhadap produksi padi nasional, Amran Sulaiman, Menteri Pertanian, menegaskan, tidak ada yang perlu dikhawatirkan.

Jual Cepat dan Mendapatkan Keuntungan Berlipat

Saat ingin menjual rumah, lakukan perbaikan di area-area ini, dijamin rumah cepat terjual. Saat ingin menjual rumah, pasti Anda menginginkan penjualan cepat dengan keuntungan berlipat. Padahal untuk memperoleh hasil tersebut bukanlah hal mudah. Anda bisa saja membanderol dengan harga tinggi, tetapi bila kondisi rumah tidak menyakinkan, calon pembeli pun akan enggan membeli rumah Anda. Untuk mendapatkan keuntungan berlipat dalam waktu singkat, Anda harus melakukan beberapa aksi renovasi pada hunian Anda. Jangan biarkan hunian Anda kotor dan seolah tak berpenghuni. Tahukah Anda, melalukan perbaikan di area-area ini akan membuat hunian terjual dalam waktu singkat. Area tersebut antara lain.

Elemen Eksterior

Area taman depan yang menarik akan mengundang calon pembeli bertandang ke rumah Anda. Selalu jaga keasrian dan keindahan taman. Jangan biarkan rumput atau tanaman dalam keadaan kering atau “botak”. Tanamlah beberapa tanaman bunga dengan warna-warna mencolok, seperti kuning. Bagian eksterior lain yang wajib Anda perhatikan adalah dinding fasad. Cat bagian yang sudah terlihat kusam dan kotor. Cek pula bagian kusen jendela dan pintu area depan. Bila perlu cat kedua elemen tersebut agar terkesan baru dan bersih.

Dinding Dan Furnitur

Area interior menjadi bagian kedua yang akan dilihat calon pembeli. Pastikan area dalam rumah tampil rapi dan terkesan baru. Lakukan refinishing pada kusen dan perabot berbahan kayu, perbaiki bagian lantai yang rusak atau popping, dan jangan lupa untuk mengecat seluruh bagian dinding. Pilihah cat berwarna lembut, misalnya warna pastel. Hindari cat berwarna putih. Beberapa perbaikan kecil akan menambah daya jual hunian Anda.

Dapur

Dapur menjadi area terpenting di rumah. Walaupun calon pembeli hunian Anda tidak memiliki hobi memasak, dapur tetap menjadi ruang favorit untuk berkumpul dan bersenda gurau. Oleh sebab itu, berikan tampilan terbaik pada dapur Anda. Bila perlu perbaiki bagian kabinet, table top, dan backsplash yang sudah rusak dan terlihat kusam. Dapur yang bersih dan menarik akan menjadi nilai tambah hunian Anda.

Genset

Meskipun genset adalah kebutuhan tersier yang tidak semua orang membutuhkannya namun dengan adanya genset di rumah, kenyamanan akan tetap terjaga meskipun listrik dari PLN sedang padam. Hal ini sangat berguna ketika ada kepentingan di rumah dan kebutuhan untuk listrik harus tetap ada. Untuk mendapatkan harga genset yang murah bisa membelinya di toko distributor resmi genset silent 450 Kva di Jakarta. Satu-satunya toko genset resmi di Jakarta adalah PT. Rajawali Indo yang memberikan garansi resmi dan diskon harga disetiap pembelian unit baru.