El Nino Beraksi, Produksi Padi Tetap Terkendali

El Nino Beraksi, Produksi Padi Tetap Terkendali

Dampak kekeringan insya Allah nggak ada masalah karena kita persiapkan sejak tiga tahun yang lalu. Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memprediksi musim hujan pada 2018 di Indonesia mulai berlangsung mulai Oktober. Dwikorita Karnawati, Kepala BMKG menjelaskan sebanyak 78 Zona Musim (ZOM) atau 22,8% di wilayah Sumatera, sebagian besar Jawa, Nusa Tenggara Timur (NTT), sebagian Sulawesi mengawali musim hujan pada Oktober 2018. Wilayah yang memasuki musim hujan pada November 2018 sebanyak 147 ZOM atau 43,0% meliputi Sumatera, Jawa, Bali, Nusa Tenggara Barat (NTB), NTT, Sulawesi, Kalimantan, dan Papua. Sisanya, sebanyak 85 ZOM (24,9%) mengalami musim hujan mulai Desember 2018.

Dwikorita menambahkan, fenomena El Nino diprediksi berpeluang aktif pada September 2018 hingga 2019. Kondisi ini secara tidak langsung menyebabkan awal musim hujan di sebagian besar wilayah Indonesia menjadi terlambat dari biasanya. El Nino diprediksi akan kembali netral pada awal 2019. Bagaimana pengaruh perubahan iklim terhadap produksi padi nasional? Perubahan Iklim Menurut Dedi Nursyamsi, Kepala Balai Besar Litbang Sumber Daya Lahan Pertanian (BBSDLP), Kementerian Pertanian (Kementan), El Nino yang diprediksi menguat pada akhir 2018 ini sebagai dampak perubahan iklim. “Iklim jadi nggak menentu.

El Nino atau kekeringan dan La Nina sering terjadi dan volumenya makin meningkat, dari lima tahun sekali menjadi tiga tahun sekali,” urainya. Selain kerap terjadi El Nino dan La Nina, ungkap Dedi, perubahan iklim juga menye babkan serangan organisme pengganggu tumbuhan (OPT) tidak keruan. “Dulu (OPT) nggak muncul, sekarang muncul karena predator hama penyakit mati gara-gara suhu meningkat sehingga berkembang pesat,” ulas Dedi.

Yang tidak kalah penting, es di kutub utara dan selatan mencair lantaran suhu bumi meningkat sehingga muka air laut meningkat. Sekitar 60% sawah di Indonesia ada di kawasan pesisir, seperti Pantai Utara Jawa yang menyebar dari Banten hingga Jawa Timur. Peningkatan muka air laut tersebut akan menggenangi dan mengintrusi sawah. “Air laut itu racun bagi tanaman. Padi toleran terhadap salinitas. Tapi kalau salinitasnya kencang, nggak tahan, mati juga,” lanjutnya. Beras Aman Terkait dampak El Nino 2018 terhadap produksi padi nasional, Amran Sulaiman, Menteri Pertanian, menegaskan, tidak ada yang perlu dikhawatirkan.