Kategori: Teknologi

Domain berbayar

Untuk membeli sebuah domain, Anda bisa mencari website yang menyediakan jasa pembelian domain. Domain populer seperti yang berakhiran .com, .net, dan .org mudah untuk didapatkan, selama belum ada orang yang membeli domain tersebut. Namun, ada pula domain yang khusus seperti .gov yang biasanya digunakan oleh pemerintahan. Ada pula yang berakhiran .co.id atau yang berakhiran negara tertentu seperti .tw untuk negara Taiwan, seperti yang tercantum pada website http://www.gigabyte.tw/. Jenis website ini tidak bisa dibeli oleh sembarang an orang. Pembelian website seperti .co.id memerlukan bukti kepemilikan badan usaha.

Oleh karena inilah, website yang berakhiran .co.id lebih bisa dipercaya jika merujuk kepada online shop. Nama domain biasanya disewa dalam waktu satu tahun dengan harga sekitar Rp.80.000 per tahunnya. Ada pula sistem pembayaran per semester atau bahkan per beberapa bulan tertentu, sesuai dengan yang disediakan oleh provider dan kesepakatan dengan konsumen. Nama domain ini perlu diperpanjang setiap kali masa langganannya habis agar tetap bisa digunakan dan diakses.

Apabila terlambat melakukan pembayaran perpanjangan, Anda akan terkena biaya denda yang lumayan. Lebih parahnya lagi, jika terlambat dalam kurun waktu tertentu, hak kepemilikan Anda terhadap nama domain tersebut akan dihapuskan. Jika sudah begini, maka siapa pun bisa membeli dan menggunakannya. Nama Domain bisa dibeli melalui beberapa website, bisa lokal maupun luar negeri.

Website dalam negeri yang menyediakannya antara lain adalah idwebhost.com, www.masterweb. com, singcat.com, dapurhosting.com, dan sejenisnya. Sedangkan website luar yang cukup popular adalah www.godaddy.com, hostgator.com, www.hawkhost.com, dan sejenisnya. Untuk membeli nama domain, penyedia layanan menyediakan pengecekkan nama domain beserta akhiran yang kita inginkan. Jika nama yang kita inginkan belum dimiliki oleh orang lain, kita bisa langsung membelinya.

Atasi Pesan iMessage yang Tak Terkirim

Feature iMessage pada iOS mempermudah cara berkomunikasi pengguna Apple, baik iOS dan Mac OS X. Namun, pesan di iMessage terkadang “nyangkut” dan tak terkirim. Bagaimana cara mengatasinya? 1. Buka “Settings”. 2. Tap opsi Messages dan nonaktifkan iMessage untuk sementara waktu. 3. Kembali ke menu “Settings” dan lakukan Reset Network Setting “Settings | General | Reset | Reset Net work Setting”. Seharusnya, pesan di iMessage dapat terkirim dengan lancar setelah melakukan langkah yang diberikan. Selamat mencoba.

Aktifkan Opsi USB Debugging

Senang mengoprek Android ? Anda pasti sering menyambungkan perangkat Anda dengan PC berbasis Windows. Misalnya, Anda pengguna Sony Xperia ZL ingin me-root perangkat. Anda diwajibkan menyambungkan perangkat untuk memulai proses rooting dengan tools FlashTool (http://www.flashtool.net/index. php). Di sini, Anda harus menginstall driver ADB terlebih dahulu dengan mengaktifkan opsi USB debugging. Bingung cara mengaktifkannya? 1. Buka ‘Settings’. 2. Tap ‘Developer options’ (bila belum terdapat opsi ini, Anda harus menampilkannya dengan men-tap opsi “About Phones” dan tap tulisan “Build number” sebanyak 7 kali). 3. Cari opsi “USB debugging” dan beri tanda centang untuk mengaktifkannya.

Adata Dashdrive Durable Ud320

Jika peserta lainnya memanfaatkan dua sisi yang berbeda untuk dapat menghadirkan konektor Micro USB dan USB, ADATA DashDrive Durable UD320 justu mengusung desain yang sedikit berbeda. Sekilas, Anda hanya melihat konektor Micro USB saja. Namun Anda dapat mencopot bagian belakangnya jika ingin menggunakan konektor USB. Jika dibandingkan dengan peserta lainnya, desain tersebut terkesan lebih merepotkan. Tetapi di sisi lain, desain tersebut membawa kelebihan tersendiri. Pasalnya, pada saat bagian belakang dicopot, terdapat sebuah port USB yang kosong. Port USB yang kosong tersebut dapat dimanfaatkan untuk mengoneksikan perangkat lain.

Seperti halnya kabel OTG, port USB tersebut dapat mendeteksi berbagai perangkat berinterface USB, seperti mouse, keyboard, gamepad, atau flash disk. Seperti halnya Philips Dual USB drive Mono 3.0 Edition, flash disk dual drive ini juga dilengkapi dengan aplikasi berbasis Windows. Namun aplikasi ini tidak disediakan di dalamnya, melainkan harus didownload terlebih dahulu. Ada dua aplikasi yang dapat didownload secara gratis, yaitu OStoGO dan UFDtoGO. OStoGO berfungsi untuk membuat installer Windows pada flash disk. Sedangkan UFDtoGO berisi beberapa aplikasi yang bermanfaat untuk mobilitas, seperti PC-Lock, Data Compression, Portable Outlook, serta folder synchronization.

Kingston Datatraveler Microduo

Di antara peserta lainnya, Kingston DataTraveler microDuo memiliki bodi yang paling mungil. Meski bertubuh mungil, material bodi yang digunakannya lebih kokoh dibandingkan peserta lainnya. Flash disk dual drive berdimensi 27.6 x 16.46 x 8.56 mm ini memiliki bodi yang terbuat dari besi yang dibalut dengan aluminium. Selain kuat, desain ini juga membuatnya tampil menawan dan elegan. Agar konektor Micro USB tidak mudah patah, konektor tersebut dilindungi oleh plastik yang cukup tebal. Sayangnya, Kingston DataTraveler microDuo tidak disertai dengan software tambahan yang mampu menunjang mobilitas Anda.

Team M132

Produk yang satu ini nampak memiliki banyak kesamaan dengan Philips Dual USB drive Mono 3.0 Edition, bahkan terlihat sangat identik. Hanya warna bodi dan desain lubang pengaitnnya saja yang sedikit berbeda. Sedangkan dimensi, material, hingga desain connnector yang terdapat pada flash disk dual drive ini sama persis dengan Philips Dual USB drive Mono 3.0 Edition. Agar tidak mudah hilang, pada paket penjualannya Team M132 juga menyertakan sebuah tali kecil.

Meski tampak identik, terdapat beberapa perbedaan di antara kedua produk ini. Di antaranya adalah performa dan aplikasi pendukung. Performa yang dihasilkan oleh kedua produk ini cukup jauh berbeda. Dengan selisih 175,67 detik untuk kecepatan menulis dan 44,33 untuk kecepatan membaca, Team M132 masih belum dapat menyaingi Philips Dual USB drive Mono 3.0. Sementara dari sisi aplikasi pendukung, Team M132 tidak menyertakannya baik berbasis mobile maupun berbasis Windows.

Mengontrol Pertanian dengan Teknologi Bagian 2

Contoh, intelligence screen house yang semua bahan pendukungnya dalam green house farming seperti nutrisi, suhu, kelembapan, pencahayaan, CO2 dapat dipantau. Pada saat berlangsungnya pameran, traktor otomatis dan robot pemetik buah menyedot perhatian pengunjung pameran di lahan seluas 220.000 m2 itu.

Traktor tersebut berjalan secara otomatis mengikuti program yang telah dimasukkan melalui komputer. Sementara robot pemetik buah beroperasi dengan sensor yang menganalisis tingkat kematangan buah berdasarkan warnanya. Meskipun masih berbentuk purwarupa, ke depannya produk hasil lembaga penelitian IAIC China ini siap dijual apabila ada perusahaan yang tertarik untuk bekerja sama dan memproduksinya secara massal.

Dari China Siap ke Pasar Indonesia Pasar mekanisasi Indonesia ternyata menarik bagi pebisnis China. Misalnya, Jinxi Chuanghua, produsen blade (pisau) untuk traktor asal China. Perusahaan yang mengklaim ahli dalam implemen pertanian ini menawarkan bermacam-macam tipe blade yang bisa diaplikasikan ke berbagai jenis traktor maupun mesin pemanen.

Belinda Zhang, International Sales Director – Chief Sales Officer Jinxi mengatakan, produk-produk Jinxi melalui proses prosedur pengujian ketat dan menggunakan bahan kualitas premium yang telah ter sertifikasi. Pihaknya juga mengaplikasikan teknologi laser cutting yang presisi. Untuk urusan servis dan purna jual, ia menjamin komunikasi yang cepat, pengiriman tepat waktu, dan harga yang bersaing. Penjualan produk perusahaan asal Provinsi Hubei, China ini masih didominasi untuk lokal. Sejauh ini produk Jinxi juga telah merambah Amerika, Italia, Australia, Prancis, India, Mesir dan negara-negara lain termasuk Asia. “Untuk Asia Tenggara, sejauh ini kami telah memasuki pasar dan sudah memiliki distributor di Filipina dan Thailand. Sementara untuk Indonesia, masih mencari kerja sama dan ingin ikut pameran besar di sana,” jelasnya.

Mengontrol Pertanian dengan Teknologi Bagian 1

Teknologi diterapkan kedalam alat dan mesin mempermudah upaya peningkatan produktivitas. Dalam gelaran China International Agricultural Machinery Exhibition (CIAME) 2018, berbagai alat dan mesin pendukung di dunia pertanian disuguhkan. Selain perusahaan-perusahan tuan rumah, nama-nama besar di pasar internasional pun ikut ambil bagian.

Sebut saja John Deere, CLAAS, Agco, Deutz-Fahr, Kubota dan Yanmar. CIAME 2018 sudah menjadi representasi kemajuan mekanisasi di bidang pertanian, termasuk asal China. Menyongsong Industri 4.0 China adalah salah satu destinasi untuk mengadopsi teknologi di bidang pertanian. Menurut Henry Haryanto, Wakil Ketua Umum Bidang Industri Asosiasi Perusahaan Alat dan Mesin Pertanian Indonesia (Alsintani), dunia tengah mengarah ke precision farming (pertanian presisi).

Precision farmingsendiri merupakan esensi dari istilah industri 4.0 yang saat ini sedang populer. Pemanfaatan internet of things (IoT) serta pemasangan microchips ditujukan untuk memudahkan petani mengontrol kondisi pertanian mereka. “Teknologi ini bukan bermaksud melupakan budaya tradisional kita dalam bertani, tapi sebenarnya membantu petani agar produksinya jauh lebih baik.

Tanpa banyak khawatir akan perubahan iklim dan kurangnya tenaga kerja dalam pengamatan,” ulas Henry. Henry yang hadir mewakili Alsintani sebagai delegasi dari Indonesia pada CIAME 2018, menuturkan, pelaku agribisnis diberikan pelatihan mengenai otomatisasi mesin pertanian. Ada pula presentasi terkait irigasi ramah lingkungan.

Pembuatan selang untuk irigasi mikro (drip irrigation – irigasi tetes), imbuh Direktur Eksekutif PT Agrindo Maju Lestari ini, sangat teliti dengan memperhatikan aspek lingkungan. Irigasi tetes ini pun sangat cocok di terapkan di Indonesia. Biaya pestisida bisa ditekan dan hemat air. Selain itu, Henry berujar, artificial intellegence (AI) sebagai solusi masa depan pertanian turut dibahas.

Laptop yang Bisa Jadi Tablet Terbaik 2020

Sebelumnya, ASUS pernah mencipta­ kan perangkat mobile yang mengkombinasikan tablet dengan smartphone, melalui perangkat FonePad 2. Tak berhenti sampai di situ, kini ASUS mengeluarkan produk kombinasi lainnya yang menyatukan antara tablet dengan notebook melalui produk terbarunya ASUS Transformer Book TX300CA. Sejatinya ASUS Transformer Book TX­ 300CA adalah inovasi lanjutan dari produk ASUS yang telah hadir sebelumnya yaitu ASUS Transformer Pad. ASUS Transformer Book Versi terbaru ini mengalami ASUS TrANSforMer BooK TX300cA Kombinasikan Fungsi Tablet dan Notebook peningkatan di berbagai sisi, baik hardware maupun software.

Sebelumnya ASUS Transformer Pad menggunakan sistem operasi Android yang mengadopsi tablet, kali ini ASUS Transformer Book TX300 sudah menggunakan sistem operasi Windows 8. Tidak ketinggalan, dengan adanya tambahan docking keyboard untuk mengetik, ASUS Transformer Book TX300CA langsung dapat difungsikan sebagai notebook. ASUS Transformer Book TX300CA memiliki dimensi 34 x 21,3 x 1,1 cm untuk bagian layarnya saja saat digunakan sebagai tablet. Sedangkan bagian docking keyboard­nya memiliki ukuran 34 x 21,3 x 1,29 cm. Jika layar dan docking keyboard­nya disatukan, maka ketebalan produk ini hanya berkisar 2,3 cm saja.

Dengan demikian ASUS Transformer Book TX300CA termasuk dalam kategori Ultrabook. Selain desainnya yang tipis, ASUS Transformer TX300CA juga tergolong ringan. Bobot layarnya 965 gram dan bobot docking keyboard­nya 980 gram. Artinya, total bobot ASUS Transformer Book TX300CA tidak lebih dari dua kilogram, sehingga sangat pas dan nyaman untuk dibawa bepergian kemanapun. ASUS Transformer Book TX300CA dipersenjatai dengan kemampuan hardware mumpuni, salah satunya pada bagian prosesor yang menggunakan Intel Ivy Bridge Core i7­3517U yang terkenal hemat daya. Karena lebih ditujukan sebagai perangkat mobile multifungsi, ASUS Transformer Book TX300CA tidak dilengkapi dengan tambahan discrete graphics dan hanya mengandalkan kemampuan Intel HD Graphics 4000 sebagai pemroses gambar. Selain itu, ASUS Transformer Book TX300CA juga dilengkapi dengan memori sebesar 4 GB. kedua hal ini sudah lebih dari cukup untuk menangani kebutuhan office sehari­hari, termasuk menjalankan game entry­level dan webbased game dengan baik.

Ada yang unik dari ASUS Transformer SPESIFIKASI Book TX300CA, yaitu bagian storage­nya. Pada bagian layarnya sudah disematkan SSD sebesar 128 GB sebagai storage utama untuk meng­install sistem operasi. Hal ini mempersingkat waktu booting yang jauh lebih cepat dibandingkan hard disk. Sementara pada bagian dock ing keyboardnya juga disematkan hard disk berkapasitas 500 GB untuk menyimpan data, foto, musik, dan koleksi lainnya. Hard disk pada docking keyboard ini akan terdeteksi secara otomatis saat bagian layar dan keyboard­nya disatukan. Kaya Interface Menilik lebih jauh ke bagian layarnya, pada sisi bawah terdapat slot charger dan slot microSd. Sedangkan pada sisi kiri terdapat port audio 3,5 mm dan port mini hdMi. Sedangkan volume rocker terletak pada bagian atas sebelah kiri. Tombol power terletak pada bagian atas tablet sekaligus berfungsi sebagai tombol pengunci. Sedangkan pada bagian docking keyboard-nya juga terdapat slot charger dan Sd card. Sisi sebelah kiri docking keyboard dilengkapi dengan dua port USB dan satu port ethernet LAN. Tidak ada tombol power pada bagian dock ing karena sebagian besar hardware terdapat pada bagian layarnya.

Tablet Lenovo dengan Baterai Paling Awet di Dunia

di saat produsen PC lain masih “berju­ ang” melakukan transformasi bisnisnya di perangkat mobile (smartphone dan tablet), Lenovo terlihat mulai menunjukkan tajinya dengan menggulirkan serangkaian produk terbarunya secara reguler untuk menantang produsen mapan di dunia mobile, seperti Samsung dan Apple. Sepak terjang bisnisnya yang agresif di setiap lini produk sudah banyak diduga, mengingat Lenovo sudah “menelan” beberapa perusahaan ternama seperti, divisi notebook dan server x­86 IBM, serta terakhir unit bisnis smartphone Motorola dari Google. Apakah berdampak lang sung atau tidak dengan ak sinya melakukan M&A (Merger and Acquisition), be lakang an ini rangkaian produk Lenovo mulai menunLeNovo YogA 8 TABLeT Tablet Multimode yang Awet Seharian jukkan diferensiasinya dengan sejumlah inovasi desain.

Salah satu contohnnya adalah produk seri Yoga yang pertama kali hadir di notebook. Terbilang suk ses, Lenovo pun mem perluas portofolio produk Yoga­nya ke kategori tablet dengan merilis Yoga Tablet 8 dan Yoga Tablet 10. Kali ini CHIP melakukan pengujian Yoga Tablet 8 yang ditargetkan Lenovo sebagai tablet mini yang terjangkau (di bawah Rp 4­jutaan) yang mengusung nilai jual tersendiri, seperti desain ergonomis dan baterai yang tahan lama (diklaim hingga 18 jam) Kesan pertama yang dirasakan saat memegang tablet yang berukuran mirip dengan tablet Android lainnya (Google Nexus 7, Asus MemoPad HD 7, atau Samsung Galaxy Tab 8.0) adalah desainnya yang ergonomis dengan ketebalan layar berkisar 3 mm yang dipadu dengan satu tepian berbentuk silinder (diameter 21 mm) di salah satu sisi panjangnya. Julukan multimode tablet yang diberikan Lenovo “bermuara” ke bagian silinder tersebut. Pasalnya, bagian silinder yang setiap ujungnya terdapat tombol Power (kiri) dan audio jack 3,5 mm ini juga berfungsi sebagai baterai (6000 mAh) dan kickstand yang dapat diputar (mekanisme engsel) dalam tiga mode (tilt, stand, dan hold mode). Kickstand beserta bagian silinder terbuat dari bahan aluminium agar strukturnya kokoh dan terkesan “premium”.

Pemakaian aluminium (bukan plastik) berdampak pada bobot tablet yang sedikit di atas tablet 7­8 inci lainnya. Adapun putaran engsel yang keras dimaksudkan agar pada mode stand (lihat gambar utama), tablet bisa berdiri stabil. Saat mode hold (genggam dalam potrait mode), Yoga Tablet 8 meng ingatkan CHIP pada Sony Xperia Tablet S. Di sini, tablet akan lebih enteng digenggam tangan (dibandingkan berbentuk datar). Tidak semua tablet sempurna. Selain baterai yang tahan lama, desain ergonomis (multimode tablet), dan kualitas audio stereo speaker yang relatif bagus, Yoga Tablet 8 juga memiliki kekurangan. Kekurang an yang bisa dirasakan langsung adalah perpindahan layarnya yang kurang mulus dan respon layar sentuh yang rendah saat menjalankan beberapa app dan game. Penggunaan SoC MediaTek MT8389 1.2 GHz dan RAM 1 GB diduga menjadi penyebab utama (skor AnTuTu 13448, 3DMark IceStorm 3003). Adanya empat core CPU SoC tersebut tidak banyak membantu bottleneck dari single core GPU (PowerVR SGX544) dalam meng olah instruksi graphics 2D dan 3D yang intensif. Namun, secara umum SoC Yoga Tablet 8 sudah sangat memadai jika Anda tergolong pengguna yang lebih banyak melakukan aktivitas “mengkonsumsi” content, dan bukan bermain graphic­intensive game

Tablet Windows yang Cocok untuk Kerja, Acer Iconia W4

Munculnya prosesor baru dari Intel yang umum dikenal dengan sebutan Bay Trail­T baru­baru ini secara tak langsung membentuk sebuah platform baru untuk perangkat mobile. Perangkat berbasis Intel Bay Trail­T atau Intel Atom pertama yang muncul di Indonesia adalah Acer Iconia W4. Bukan tablet atau pun notebook, Iconia W4 lebih pas dikatakan sebagai perangkat 2­in­1. Acer Iconia W4 terdiri dari dua perangkat terpisah yang bekerja sebagai satu kesatuan. Perangkat pertama adalah bagian layar 8 inci dengan resolusi HD 1280 x Acer icoNiA w4 casing rangka yang ekstrem, Kokoh, dan Menawan 800, sedangkan perangkat lainnya adalah keyboard wireless.

Keduanya disatukan oleh case yang bisa menampung layar di bagian atas dan keyboard di bagian bawah sehingga terlihat mirip seperti notebook. Hardware utama seperti prosesor, GPU, dan RAM tersimpan di bagian layar. Dengan begitu, layarnya dapat difungsikan secara mandiri tanpa menggunakan keyboard atau dengan kata lain dapat digu nakan sebagai tablet 8 inci. Sedangkan keyboard­nya terasa lebih optimal untuk mengetik saja, karena keyboard tersebut tidak dilengkapi touchpad. Cara menggunakannya hanya dengan mengaktifkan koneksi Bluetooth saja, baik pada layar maupun keyboard. Karena merupakan dua perangkat yang berbeda dan terpisah, layar dan keyboard Acer Iconia W4 masing­masing dilengkapi sebuah port micro USB untuk mengisi baterai. Namun, Acer hanya menyertakan satu charger saja sehingga Anda harus mengisi baterai secara bergantian apabila baterai keduanya habis dalam waktu bersamaan. Berbicara mengenai baterai, CHIP merasa puas dengan daya tahan baterai yang tersimpan di dalam layarnya.

Untuk penggunaan kombinasi produktivitas (Office), multimedia (musik dan video), serta Internet (browsing) dengan intensitas tinggi, baterainya mampu bertahan paling tidak selama delapan jam. Namun sebaliknya, CHIP tidak cukup puas dengan performa baterai keyboard­nya, karena bisa habis hanya dalam waktu satu hari meski jarang digunakan. Beralih ke sistem operasi, Acer membenamkan Windows 8.1 di dalamnya. Sistem operasi ini sama dengan versi PC, sehingga Anda bisa meng­install aplikasi apa pun ke dalamnya. Oleh karenanya, Acer Iconia W4 dipastikan memiliki performa jauh di atas rata­rata tablet Android maupun iOS, terutama dalam hal produktivitas. Belum lagi, dengan pengguna­ SPESIFIKASI an Intel Atom quad­core Z3740 dimana terdapat Intel HD Graphics di dalamnya membuat performa multimedianya terasa memuaskan. Hal ini terlihat ketika memutar film full HD dengan sangat lancar.

Untuk berinteraksi dengan perangkat flash disk, Anda bisa memanfaatkan satusatunya port micro USB yang disediakan di bagian layarnya. Bila memiliki flash disk dengan port USB besar, Anda bisa menggunakan kabel OTG (on­the­go). Atau jika ingin lebih praktis, Anda bisa menggunakan flash disk OTG dengan port micro USB sehingga bisa langsung ditancapkan tanpa memerlukan adapter tambahan. Penggunaan flash disk rasanya akan sangat sering dilakukan karena keterbatasan media penyimpanan pada Acer Iconia W4 yang hanya berkapasitas 64 GB saja. Untuk keperluan internet dan update status wa tablet ini di bekali dengan wifi. jadi kamu bisa internetan dengan menggunakan wifi di manapun. enteng, simple, dan asik digunakan

WD MEMPERKENALKAN MY CLOUD MIRROR DAN MY CLOUD OS 3

JAKARTA, 16 OKTOBER 2015. Western Digital (WD) hari ini memperkenalkan perangkat penyimpanan pribadi My Cloud, termasuk sistem operasi My Cloud OS 3, Software Developer Kit (SDK) yang didesain ulang sehingga memungkinkan integrasi aplikasi yang disempurnakan dan penyimpanan cloud Dual-Drive My Cloud Mirror yang menawarkan peningkatan memori dan performa lebih cepat dibandingkan dengan sebelumnya. WD My Cloud OS 3menampilkan antarmuka pengguna intuitif yang memberikan pengalaman berbagi konten lengkap, dan kemampuan back-up dan singkronisasi yang meningkatkan penawaran NAS cloud pribadi, namun tetap mempertahankan privasi dan kontrol unik terhadap perangkat cloud probadi yang terletak di rumah atau kantor.

Selain upgrade software baru, WD juga memperkenalkan versi baru dari perangkat penyimpanan cloud pribadi My Cloud Mirror, menampilkan dua hard drive yang diatur ke mode Mirror (RAID 1), memastikan konten tersimpan pada satu drive dan secara otomatis diplublikasikan ke drive kedua. Penyimpanan cloud pribadi My Cloud Mirror meliputi ftur baru yang diumumkan untuk My Cloud OS 3 dan prosesor yang disempurnakan, serta RAM sebesar 512 MB demi transfer fle lebih cepat dan dukungan aplikasi. WD My Cloud 3 tersedia secara gratis pada perangkat penyimpanan My Cloud saat ini. Sedangkan My Cloud Mirror dibanderol dengan harga Rp 5.020.000 untuk kapasitas 4 TB; Rp 6.556.000 untuk kapasitas 6 TB; serta Rp 8.335.000 untuk kapasitas 8 TB.