Dampak EL Nino Terhadap Produksi Sawit Indonesia Bagian 3

Dampak EL Nino Terhadap Produksi Sawit Indonesia Bagian 3



Antisipasi dan Pemulihan

Namun tingkat kerugian akibat ke – ke ringan tergantung juga pada kesiap – an manajemen perkebunan tersebut da lam mengantisipasi dan mayoritas umur tanaman yang ada di kebun. Dwi As mono misalnya, masih optimistis, pro duksi 2016 masih tumbuh. “Per – sentase penurunan produksi di kebunkebun yang sudah tua bisa mencapai 20%. Untungnya sebagian kebun kami muda sehingga secara keseluruhan produksi masih tumbuh lebih dari 5%,” ujar Direktur Riset & Development PT Sampoerna Agro, Tbk. ini. Jauh-jauh hari Dwi sudah mengantisipasi kondisi terburuk akibat El Nino di Sumatera Selatan. “Aplika si – kan Empty Fruit Bunch (EFB) atau janjangan kosong pada coverage yang le – bih luas. Janjangan kosong ini mampu menyimpan air sekaligus memperbaiki struktur tanah. Penempatannya me – lingkar di luar piringan atau di gawangan. Selain itu, dilakukan percepatan pemupukan sebelum musim kering 2015 tiba,” ungkap pemulia benih sa – wit ini. Khusus kebun po – hon induk, selama mu sim kemarau pa – sokan air dibantu de ngan irigasi tetes dan penyiraman se – hingga produksi be – nih tidak berkurang. Ketika musim ke – marau panjang ber – lalu, pekebun perlu segera melakukan upaya pemulihan kon disi tanaman.

Dwi misalnya meng – geber pemupukan mulai November – Desember 2015. Tentunya setelah cu – rah hujan mencukupi untuk melaku – kan pemupukan. Demikian pula saran Nurul. “Pe mu – pukan harap segera dilakukan apabila curah hujan sudah lebih dari 150 mm/ bulan atau 50 mm/10 hari. Pelak sa – naan pemupukan pada semester I 2016 dilaksanakan lebih awal (Februari – Maret) dengan proporsi pupuk 65% semester I dan 35% semester II. Ke – giat an penunasan (pemangkasan) dilakukan hanya pada pelepah kering,” ujarnya. Selain itu jumlah pelepah segar dijaga sesuai standar 48-56 helai untuk tanaman berumur kurang dari 8 tahun dan 40-48 helai untuk tanaman di atas 8 tahun. Ia menambahkan, perlu aplikasi bahan organik seperti janjang kosong, kompos janjang kosong, pupuk kandang, atau limbah cair. Pengendalian gulma diharapkan tidak lagi secara blanket agar keru – sakan tanah akibat erosi ataupun benturan tanah dengan air hujan secara langsung. Selain itu, gulma pakisan dikendalikan secara baik dapat menjaga kelembapan tanah. Mengantisipasi musim kering mendatang, perlu dibangun bangunan konservasi tanah dan air; misalnya pembangunan rorak, guludan, maupun biopori. Pemupukan dipercepat juga dipraktikkan M. Djoni, Manajer Kebun Pendidikan dan Penelitian Sawit IPB di Desa Singasari, Kec. Jonggol, Bo – gor, Jawa Barat. “Kita memupuk November-Desember lalu untuk jatah April 2016 sebenarnya. Dosis pupuk ditambah tetapi berupa pupuk organik bikinan sendiri sebanyak satu karung (25 kg). Sekarang ini dosis pupuk anorganiknya 3-4 kg/tanaman karena umur tanaman rata-rata 4 tahun,” jelas Djoni. Masih terkait pemulihan tanaman pascakemarau panjang, Hendrik Su – kamto, Business Manager PT Panca Agro Niaga Lestari, menyarankan pengaktifan dulu mikroba tanah di sekitar perakaran. Alasannya, “Tanaman da – lam kondisi stres berat sehingga se – baiknya dipulihkan dulu dengan apli – kasi pupuk hayati. Kalau akar sudah aktif, barulah pupuk dimasukkan se – hingga pupuk dapat terserap dengan baik,” papar Hendrik



Dampak EL Nino Terhadap Produksi Sawit Indonesia Bagian 2



Stres hingga Buah Tak Sempurna

Hasil pengamatan Nurul di Sumatera menunjukkan tanaman semua kelompok umur mengindikasikan stres. “Tan danya, banyak muncul bunga jantan, cadangan bunga dan buah sedikit, bahkan kosong. Muncul daun tombak (pelepah tidak membuka) lebih dari ti – ga dan terbentuk tandan buah yang ti – dak sempurna (malformasi),” ujar lu – lusan S1 Faperta IPB 1998 ini. Terkait munculnya tandan buah ti – dak sempurna, timpal Agus Susanto, “Itu karena aktivitas serangga penyerbuk (Elaeidobius kamerunicus) terganggu asap.” Ia dan koleganya sesa – ma dari PPKS, Agus Eko Prasetyo, me – neliti dampak asap kebakaran terha – dap perilaku serangga penyerbuk di In dragiri Hulu, Riau, mulai Juni – Oktober 2015. Selama bulan-bulan penuh asap, po – pu lasi serangga itu relatif tidak terpe – ngaruh, hanya saja mereka cenderung kongkow di bunga jantan karena tersedia makanannya. Kunjungan ke bunga betina berkurang sehingga transfer polen ke bunga betina menurun pula. Walhasil, penyerbukan bunga tidak ber jalan optimal dan pembentukan bu – nga serta buah tidak maksimal, bah – kan bisa aborsi.

Berdasarkan data 1997 dan 2015, Tim Agroklimatologi menyimpulkan, dalam jangka pendek (sewaktu keke – ring an), El Nino mengakibatkan penurun an rata-rata bobot tandan buah se – gar (TBS) 10%-30%. Sementara rendemen minyak turun sebanyak 0,6%-2%. Pada jangka panjang, perubahan fase Tanaman Belum Menghasilkan (TBM) ke Tanaman Menghasilkan (TM) bisa tertunda 6-12 bulan. Jumlah tandan dan produktivitas TM pun turun 1% – 45% selama 12 – 24 bulan pascakekeringan

Dampak EL Nino Terhadap Produksi Sawit Indonesia

Sejak 1980 – 2015 sudah 11 kali fenomena El Nino terjadi. Dan El Nino tahun lalu termasuk yang terkuat setelah kasus 1997. Di Indo ne sia fenomena alam yang menyebabkan kekeringan panjang ini melanda per kebunan sawit terutama di selatan ja uh dari Khatulistiwa. Tak hanya keke ringan tetapi anomali iklim tersebut ju ga memicu kebakaran hutan dan la han sehingga menimbulkan asap yang mempengaruhi performa tanaman sawit. Menurut Tim Agroklimatologi dari Kelompok Peneliti Ilmu Tanah dan Agro nomi, Pusat Penelitian Kelapa Sa – wit (PPKS) Medan, tanaman akan ke na cekaman kekeringan apabila meng – alami salah satu hal berikut: curah hu – jan kurang dari 1.250 mm per tahun, de – fisit air 200 mm atau lebih, terjadi ti ga atau lebih bulan kering yang curah hu – jannya di bawah 60 mm, dan deret an ha – ri tidak hujan (dry spell) 20 hari ke atas.

Menurut Nurul Hijri Darlan, salah sa – tu anggota tim pada seminar Masya ra – kat Perkelapasawitan Indonesia (MAKSI) di kampus IPB, Bogor, 7 De sember silam, “Di antara enam wila yah Suma – tera yang diteliti Oktober 2015, Riau termasuk yang paling parah terdampak.” Kebun sampel di Riau meng alami 7 bulan kering, defisit air hingga 762 mm, dan deret hari tidak hujan 107 hari. Tak cuma terlanda kekeringan, pro – vinsi tersebut juga mengalami gangguan asap cukup parah. Asap ini, lanjut Nurul, menyebabkan berkurangnya penyinaran matahari hingga 60% di Pe – kanbaru, Kampar, dan Indragiri. Pa da – hal tanaman sawit butuh penyinaran minimal 4 jam. Praktis, kondisi ini meng ganggu proses fotosintesis. Lantas apa akibatnya semua itu?

Laptop yang Bisa Jadi Tablet Terbaik 2020

Sebelumnya, ASUS pernah mencipta­ kan perangkat mobile yang mengkombinasikan tablet dengan smartphone, melalui perangkat FonePad 2. Tak berhenti sampai di situ, kini ASUS mengeluarkan produk kombinasi lainnya yang menyatukan antara tablet dengan notebook melalui produk terbarunya ASUS Transformer Book TX300CA. Sejatinya ASUS Transformer Book TX­ 300CA adalah inovasi lanjutan dari produk ASUS yang telah hadir sebelumnya yaitu ASUS Transformer Pad. ASUS Transformer Book Versi terbaru ini mengalami ASUS TrANSforMer BooK TX300cA Kombinasikan Fungsi Tablet dan Notebook peningkatan di berbagai sisi, baik hardware maupun software.

Sebelumnya ASUS Transformer Pad menggunakan sistem operasi Android yang mengadopsi tablet, kali ini ASUS Transformer Book TX300 sudah menggunakan sistem operasi Windows 8. Tidak ketinggalan, dengan adanya tambahan docking keyboard untuk mengetik, ASUS Transformer Book TX300CA langsung dapat difungsikan sebagai notebook. ASUS Transformer Book TX300CA memiliki dimensi 34 x 21,3 x 1,1 cm untuk bagian layarnya saja saat digunakan sebagai tablet. Sedangkan bagian docking keyboard­nya memiliki ukuran 34 x 21,3 x 1,29 cm. Jika layar dan docking keyboard­nya disatukan, maka ketebalan produk ini hanya berkisar 2,3 cm saja.

Dengan demikian ASUS Transformer Book TX300CA termasuk dalam kategori Ultrabook. Selain desainnya yang tipis, ASUS Transformer TX300CA juga tergolong ringan. Bobot layarnya 965 gram dan bobot docking keyboard­nya 980 gram. Artinya, total bobot ASUS Transformer Book TX300CA tidak lebih dari dua kilogram, sehingga sangat pas dan nyaman untuk dibawa bepergian kemanapun. ASUS Transformer Book TX300CA dipersenjatai dengan kemampuan hardware mumpuni, salah satunya pada bagian prosesor yang menggunakan Intel Ivy Bridge Core i7­3517U yang terkenal hemat daya. Karena lebih ditujukan sebagai perangkat mobile multifungsi, ASUS Transformer Book TX300CA tidak dilengkapi dengan tambahan discrete graphics dan hanya mengandalkan kemampuan Intel HD Graphics 4000 sebagai pemroses gambar. Selain itu, ASUS Transformer Book TX300CA juga dilengkapi dengan memori sebesar 4 GB. kedua hal ini sudah lebih dari cukup untuk menangani kebutuhan office sehari­hari, termasuk menjalankan game entry­level dan webbased game dengan baik.

Ada yang unik dari ASUS Transformer SPESIFIKASI Book TX300CA, yaitu bagian storage­nya. Pada bagian layarnya sudah disematkan SSD sebesar 128 GB sebagai storage utama untuk meng­install sistem operasi. Hal ini mempersingkat waktu booting yang jauh lebih cepat dibandingkan hard disk. Sementara pada bagian dock ing keyboardnya juga disematkan hard disk berkapasitas 500 GB untuk menyimpan data, foto, musik, dan koleksi lainnya. Hard disk pada docking keyboard ini akan terdeteksi secara otomatis saat bagian layar dan keyboard­nya disatukan. Kaya Interface Menilik lebih jauh ke bagian layarnya, pada sisi bawah terdapat slot charger dan slot microSd. Sedangkan pada sisi kiri terdapat port audio 3,5 mm dan port mini hdMi. Sedangkan volume rocker terletak pada bagian atas sebelah kiri. Tombol power terletak pada bagian atas tablet sekaligus berfungsi sebagai tombol pengunci. Sedangkan pada bagian docking keyboard-nya juga terdapat slot charger dan Sd card. Sisi sebelah kiri docking keyboard dilengkapi dengan dua port USB dan satu port ethernet LAN. Tidak ada tombol power pada bagian dock ing karena sebagian besar hardware terdapat pada bagian layarnya.

Tablet Lenovo dengan Baterai Paling Awet di Dunia

di saat produsen PC lain masih “berju­ ang” melakukan transformasi bisnisnya di perangkat mobile (smartphone dan tablet), Lenovo terlihat mulai menunjukkan tajinya dengan menggulirkan serangkaian produk terbarunya secara reguler untuk menantang produsen mapan di dunia mobile, seperti Samsung dan Apple. Sepak terjang bisnisnya yang agresif di setiap lini produk sudah banyak diduga, mengingat Lenovo sudah “menelan” beberapa perusahaan ternama seperti, divisi notebook dan server x­86 IBM, serta terakhir unit bisnis smartphone Motorola dari Google. Apakah berdampak lang sung atau tidak dengan ak sinya melakukan M&A (Merger and Acquisition), be lakang an ini rangkaian produk Lenovo mulai menunLeNovo YogA 8 TABLeT Tablet Multimode yang Awet Seharian jukkan diferensiasinya dengan sejumlah inovasi desain.

Salah satu contohnnya adalah produk seri Yoga yang pertama kali hadir di notebook. Terbilang suk ses, Lenovo pun mem perluas portofolio produk Yoga­nya ke kategori tablet dengan merilis Yoga Tablet 8 dan Yoga Tablet 10. Kali ini CHIP melakukan pengujian Yoga Tablet 8 yang ditargetkan Lenovo sebagai tablet mini yang terjangkau (di bawah Rp 4­jutaan) yang mengusung nilai jual tersendiri, seperti desain ergonomis dan baterai yang tahan lama (diklaim hingga 18 jam) Kesan pertama yang dirasakan saat memegang tablet yang berukuran mirip dengan tablet Android lainnya (Google Nexus 7, Asus MemoPad HD 7, atau Samsung Galaxy Tab 8.0) adalah desainnya yang ergonomis dengan ketebalan layar berkisar 3 mm yang dipadu dengan satu tepian berbentuk silinder (diameter 21 mm) di salah satu sisi panjangnya. Julukan multimode tablet yang diberikan Lenovo “bermuara” ke bagian silinder tersebut. Pasalnya, bagian silinder yang setiap ujungnya terdapat tombol Power (kiri) dan audio jack 3,5 mm ini juga berfungsi sebagai baterai (6000 mAh) dan kickstand yang dapat diputar (mekanisme engsel) dalam tiga mode (tilt, stand, dan hold mode). Kickstand beserta bagian silinder terbuat dari bahan aluminium agar strukturnya kokoh dan terkesan “premium”.

Pemakaian aluminium (bukan plastik) berdampak pada bobot tablet yang sedikit di atas tablet 7­8 inci lainnya. Adapun putaran engsel yang keras dimaksudkan agar pada mode stand (lihat gambar utama), tablet bisa berdiri stabil. Saat mode hold (genggam dalam potrait mode), Yoga Tablet 8 meng ingatkan CHIP pada Sony Xperia Tablet S. Di sini, tablet akan lebih enteng digenggam tangan (dibandingkan berbentuk datar). Tidak semua tablet sempurna. Selain baterai yang tahan lama, desain ergonomis (multimode tablet), dan kualitas audio stereo speaker yang relatif bagus, Yoga Tablet 8 juga memiliki kekurangan. Kekurang an yang bisa dirasakan langsung adalah perpindahan layarnya yang kurang mulus dan respon layar sentuh yang rendah saat menjalankan beberapa app dan game. Penggunaan SoC MediaTek MT8389 1.2 GHz dan RAM 1 GB diduga menjadi penyebab utama (skor AnTuTu 13448, 3DMark IceStorm 3003). Adanya empat core CPU SoC tersebut tidak banyak membantu bottleneck dari single core GPU (PowerVR SGX544) dalam meng olah instruksi graphics 2D dan 3D yang intensif. Namun, secara umum SoC Yoga Tablet 8 sudah sangat memadai jika Anda tergolong pengguna yang lebih banyak melakukan aktivitas “mengkonsumsi” content, dan bukan bermain graphic­intensive game

Tablet Windows yang Cocok untuk Kerja, Acer Iconia W4

Munculnya prosesor baru dari Intel yang umum dikenal dengan sebutan Bay Trail­T baru­baru ini secara tak langsung membentuk sebuah platform baru untuk perangkat mobile. Perangkat berbasis Intel Bay Trail­T atau Intel Atom pertama yang muncul di Indonesia adalah Acer Iconia W4. Bukan tablet atau pun notebook, Iconia W4 lebih pas dikatakan sebagai perangkat 2­in­1. Acer Iconia W4 terdiri dari dua perangkat terpisah yang bekerja sebagai satu kesatuan. Perangkat pertama adalah bagian layar 8 inci dengan resolusi HD 1280 x Acer icoNiA w4 casing rangka yang ekstrem, Kokoh, dan Menawan 800, sedangkan perangkat lainnya adalah keyboard wireless.

Keduanya disatukan oleh case yang bisa menampung layar di bagian atas dan keyboard di bagian bawah sehingga terlihat mirip seperti notebook. Hardware utama seperti prosesor, GPU, dan RAM tersimpan di bagian layar. Dengan begitu, layarnya dapat difungsikan secara mandiri tanpa menggunakan keyboard atau dengan kata lain dapat digu nakan sebagai tablet 8 inci. Sedangkan keyboard­nya terasa lebih optimal untuk mengetik saja, karena keyboard tersebut tidak dilengkapi touchpad. Cara menggunakannya hanya dengan mengaktifkan koneksi Bluetooth saja, baik pada layar maupun keyboard. Karena merupakan dua perangkat yang berbeda dan terpisah, layar dan keyboard Acer Iconia W4 masing­masing dilengkapi sebuah port micro USB untuk mengisi baterai. Namun, Acer hanya menyertakan satu charger saja sehingga Anda harus mengisi baterai secara bergantian apabila baterai keduanya habis dalam waktu bersamaan. Berbicara mengenai baterai, CHIP merasa puas dengan daya tahan baterai yang tersimpan di dalam layarnya.

Untuk penggunaan kombinasi produktivitas (Office), multimedia (musik dan video), serta Internet (browsing) dengan intensitas tinggi, baterainya mampu bertahan paling tidak selama delapan jam. Namun sebaliknya, CHIP tidak cukup puas dengan performa baterai keyboard­nya, karena bisa habis hanya dalam waktu satu hari meski jarang digunakan. Beralih ke sistem operasi, Acer membenamkan Windows 8.1 di dalamnya. Sistem operasi ini sama dengan versi PC, sehingga Anda bisa meng­install aplikasi apa pun ke dalamnya. Oleh karenanya, Acer Iconia W4 dipastikan memiliki performa jauh di atas rata­rata tablet Android maupun iOS, terutama dalam hal produktivitas. Belum lagi, dengan pengguna­ SPESIFIKASI an Intel Atom quad­core Z3740 dimana terdapat Intel HD Graphics di dalamnya membuat performa multimedianya terasa memuaskan. Hal ini terlihat ketika memutar film full HD dengan sangat lancar.

Untuk berinteraksi dengan perangkat flash disk, Anda bisa memanfaatkan satusatunya port micro USB yang disediakan di bagian layarnya. Bila memiliki flash disk dengan port USB besar, Anda bisa menggunakan kabel OTG (on­the­go). Atau jika ingin lebih praktis, Anda bisa menggunakan flash disk OTG dengan port micro USB sehingga bisa langsung ditancapkan tanpa memerlukan adapter tambahan. Penggunaan flash disk rasanya akan sangat sering dilakukan karena keterbatasan media penyimpanan pada Acer Iconia W4 yang hanya berkapasitas 64 GB saja. Untuk keperluan internet dan update status wa tablet ini di bekali dengan wifi. jadi kamu bisa internetan dengan menggunakan wifi di manapun. enteng, simple, dan asik digunakan

Waspada Penyakit Udang 2019 Bagian 2

Bahkan kalau dilihat, sangat progresif. Kematiannya cukup banyak,” ulas dia. Penanganannya perlu hati-hati. Segera kubur udang yang mati akibat WSSV. Yang paling utama adalah menjaga biosekuriti, misalnya memperhatikan jangka waktu panen dengan penebaran. Atau, memasang perangkap untuk mencegah masuknya hewan liar, seperti udang kecil, kepiting. cacing, dan burung ke dalam kolam yang bisa menularkan penyakit. Eliminasi hewan carrier (pembawa penyakit) itu dengan saringan dan disinfeksi. “Carrier ada beberapa macam. Jentik nyamuk, telur ikan juga positif. Penting memasang saringan 200 mikron karena telur ikan dan kepiting rata-rata berukuran 50- 500 mikron. Ini yang saya lihat masih banyak diabaikan petambak,” kritik Heny.

Sementara, IMNV memperlihatkan ciri insang menghitam, otot putih, dan ekor kemerahan. “Sekarang ekor kemerahan ini susah dicari, rata-rata putih aja semuanya,” tim palnya. Mula-mula myo ada di Situbondo, Jatim, lalu menulari Lampung, Bali, Lombok, dan lainnya. Yang terbaru, ‘Myo ra sa WS’ banyak terjadi di Lampung, Banyuwangi dan Situbondo (Jatim), Bali, Jawa Barat bagian Selatan, dan Bengkulu.

Penyakit ini akibat tiga infeksi, yaitu bakteri vibrio, EHP, dan IMNV. Ciri serangan berupa insang menghitam, otot putih, dan kematian progresif dari satuan, kiloan hingga ribuan ekor dalam waktu singkat. Kematian terlihat pada umur 50 harian. Sebelumnya diawali dengan drop plankton pada udang umur 30-40 hari. Pen cegahannya dengan menjaga udang agar tidak stres, mempertahankan kestabilan plankton, serta menjaga padat tebar dan kandungan bahan organik. HPM, EMS, SIHV Heny menjabarkan, HPM atau EHP adalah parasit yang ada di India, Indonesia, dan Amerika Latin.

Efek langsungnya berupa pertumbuhan lambat dan efek tidak langsung akan berkombinasi dengan bakteri melalui feses. Pembudidaya sebaiknya melakukan pengapuran saat persiapan kolam atau menggunakan klorin dan etanol untuk membunuh spora EHP. Koordinasi EHP dengan bakteri pun memicu kehadiran WFD. Tanda WFD berupa perut memutih yang kerap dianggap berak putih. Perut memutih sebenarnya bagian dari hepatopankreas. EMS, lanjutnya, memang belum ada di Indonesia tapi pembudidaya harus berhati-hati karena penyebabnya Vibrio.

Terlebih, kini diketahui ada lima strain Vibrio penyebab EMS, yaitu V. parahaemolyticus, V. owensii, V. champbelli, V. harveyii, dan V. punensis. “Dugaannya ada genetik yang transfer antarplasmid ke bakteri lain,” ungkapnya. Pengurus Indonesia Network on Fish Health Management (INFHEM) itu menekankan, pem bu didaya untuk tidak membiarkan plankton drop terlalu lama.

Lalu, rutin membersihkan dasar kolam agar tidak menghitam, serta membuang bekas udang mati jauh dari kolam. “Bekas udang mati yang tidak dibuang adalah makanan utama V. parahaemolyticus,” serunya. Kolam yang diabaikan seperti itu merupakan tanda-tanda EMS. Sementara SIHV yang mematikan udang di China disebabkan Iridovirus.

Ciri penyakit ini seperti EMS dan ditandai dengan lambung serta usus yang kosong, hepatopankreas memucat, dan cangkang udang melunak. Menurut Heny, pembudidaya di China kerap memelihara udang bercampur dengan komoditas lain, seperti katak. Hal ini menjadi salah satu pemicu datangnya SIHV.

Waspada Penyakit Udang 2019 Bagian 1

Hingga 2021 Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) berencana menambah devisa US$1 miliar dari ekspor udang. Target itu terancam gagal jika pembudidaya tidak mewaspadai penyakit yang siap menggerogoti si bongkok. Apa saja penyakit udang yang kemungkinan aktif berkeliaran sepanjang tahun ini? Penyakit Terkini Menurut Dr. Heny Budi Utari, M. Kes, Head of Animal Health Service PT Central Proteina Prima, Tbk. penyakit utama yang kerap merugikan pembudidaya udang di Asia dan Indo Pasifik terdiri dari virus, bakteri, parasit, dan penyakit noninfeksi.

Penyakit yang disebabkan virus ialah White Spot Syndrome Virus (WSSV), Infectious Myonecrosis Virus (IMNV), Infectious Hypodermal and Hematopoietic Necrosis Virus (IHHNV), Taura Syndrome Virus (TSV), dan Shrimp Hemocyte Iridescent Virus (SIHV). “SIHV merupakan penyakit baru, hanya ada di China. Di Indonesia tidak ada,” ujarnya. Bakteri mendatangkan Early Mortality Syndrome (EMS)/Acute Hepatopancreatic Necrosis Disease (AHPND) yang sekarang menjadi masalah terbesar di Asia dan penyakit yang disebabkan Vibrio sp. Parasit yang mengganggu udang berupa Microsporidia dan Haplosporodia.

Microsporidia mengakibatkan Enterocytozoon Hepatopenaei (EHP) atau Hepatopancreatic Microsporidiasis (HPM) dan White Feces Disease (WFD). Sedangkan penyakit noninfeksi misalnya insang hitam, toksik plankton, dan kram otot yang masih banyak terlihat di beberapa lokasi budidaya. Penyakit paling penting sekarang yang menyerang si bongkok, kata Heny, adalah IMNV atau yang akrab disebut myo, WSSV, EHP, WFD, dan EMS atau AHPND. “Myo menjadi kendala buat kita. Bahkan, ada supplier Indonesia yang ditolak ekspor di luar ne geri karena myo.

Kebetulan diuji dan myo-nya positif,” ulasnya pada acara Outlook Penyakit Ikan dan Udang 2019. Myo dan WSSV berjalan sesuai pergerakan musim. Musim kemarau didominasi myo, sedangkan musim penghujan gantian WSSV yang mendominasi. EHP dan WFD juga masih muncul. Bahkan setelah 2016, persentasenya mengalami kenaikan seiring penambahan padat tebar dan sulitnya membuang bahan organik. “Seiring ada EHP, WFD pasti naik karena ini hampir ada korelasinya,” ucapnya. Selain pengaruh lingkungan, menurut Prof. Dr. Slamet Budi Prayitno, M.Sc., WSSV, IMNV, EHP merupakan penyakit endemik yang mengancam produksi udang 2019. Tahun ini, Guru Besar Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan Universitas Diponegoro, Semarang, itu, menjelaskan, pola penyakit udang belum bergeser dari WSSV, WFD, IMNV, dan HPM/ EHP. “Di tambak, AHPND ancaman serius karena sudah tiga tahun ini kita punya WFD.

Selain itu masih ada WSSV, myo, dan HPM. Pesan saya, harus ada kepedulian bersama,” ia mewanti-wanti mengingat Thailand dan Vietnam terkena AHDNP selepas berturut-turut diserang WFD. Perubahan Penyakit Penyakit WSSV, ungkap Heny, trennya menjadi pembunuh utama udang budidaya. Apalagi, sekarang penyakit ini pintar berkamuflase. “Kalau dulu WSSV kelihatan ada bercak atau spot putih, sekarang tidak dengan spot putih tapi kemerahan. Kematiannya hanya berlangsung 2-3 hari.

baca juga artikel lanjutannya di https://tele95.com/bisnis/waspada-penyakit-udang-2019-bagian-2/

WD MEMPERKENALKAN MY CLOUD MIRROR DAN MY CLOUD OS 3

JAKARTA, 16 OKTOBER 2015. Western Digital (WD) hari ini memperkenalkan perangkat penyimpanan pribadi My Cloud, termasuk sistem operasi My Cloud OS 3, Software Developer Kit (SDK) yang didesain ulang sehingga memungkinkan integrasi aplikasi yang disempurnakan dan penyimpanan cloud Dual-Drive My Cloud Mirror yang menawarkan peningkatan memori dan performa lebih cepat dibandingkan dengan sebelumnya. WD My Cloud OS 3menampilkan antarmuka pengguna intuitif yang memberikan pengalaman berbagi konten lengkap, dan kemampuan back-up dan singkronisasi yang meningkatkan penawaran NAS cloud pribadi, namun tetap mempertahankan privasi dan kontrol unik terhadap perangkat cloud probadi yang terletak di rumah atau kantor.

Selain upgrade software baru, WD juga memperkenalkan versi baru dari perangkat penyimpanan cloud pribadi My Cloud Mirror, menampilkan dua hard drive yang diatur ke mode Mirror (RAID 1), memastikan konten tersimpan pada satu drive dan secara otomatis diplublikasikan ke drive kedua. Penyimpanan cloud pribadi My Cloud Mirror meliputi ftur baru yang diumumkan untuk My Cloud OS 3 dan prosesor yang disempurnakan, serta RAM sebesar 512 MB demi transfer fle lebih cepat dan dukungan aplikasi. WD My Cloud 3 tersedia secara gratis pada perangkat penyimpanan My Cloud saat ini. Sedangkan My Cloud Mirror dibanderol dengan harga Rp 5.020.000 untuk kapasitas 4 TB; Rp 6.556.000 untuk kapasitas 6 TB; serta Rp 8.335.000 untuk kapasitas 8 TB.

Manfaat Genset untuk Gedung Mewah

Manfaat Genset untuk Gedung Mewah dan Komersial

Manfaat Genset untuk Gedung Mewah – Genset merupakan suatu pasokan listrik cadangan yang sangat penting dan sangat diperlukan ketika terjadi pemadaman. Genset digunakan pada bangunan mewah, khususnya yang mempunyai fungsi umum. Genset dapat digunakan di sekolah, restoran, hotel, mall, dan bangunan umum lainya. Karena hampir di seluruh Indonesia memanfaat keberadaan genset ini. Jika anda tinggal di Manado, anda akan mendapatkanya dari jual genset Manado yang mungkin berbeda dengan desain genset pada umumnya.

Manfaat Genset untuk Gedung

  1. Gedung sekolah atau universitas

Dalam sebuah gedung sekolah pasti memerlukan pasokan cadangan listrik atau genset. Karena, dengan adanya genset ini menjadi alternatif ketika arus listrik mati. Bagi sekolah, ketika terjadi pemadaman bertepatan dengan proses belajar, maka dapat beralih ke penggunaan genset sekolah untuk mendapatkan penerangan kembali.

  • Gedung Restoran

Restoran merupakan salah satu tempat yang ramai diwaktu kapan saja. Sehingga jika terjadi pemadaman listrik, harus segera beralih ke penggunaan genset untuk menghindari situasi gelap yang mengganggu kenyamanan pengunjung. Genset menjadi alternatif utama untuk restoran, sehingga dalam restoran terdapat pasokan listrik yaitu genset.

  • Gedung Hotel

Hotel merupakan suatu penginapan dengan berbagai fasilitas mewah. Hotel biasanya di desain dengan elektrikan dan mekanikal yang baik dan berkualitas. Salah satunya dengan menyediakan sumber pasokan listrik atau genset. Karena dalam hotel terdapat para tamu yang ingin berlibur maupun beristirahat. Oleh karena itu, penggunaan genset menjadi hal yang wajib direncanakan sejak awal pembangunan.

  • RumahTinggal

Rumah juga merupakan tempat tinggal yang harus dijaga kenyamananya, Ketika terjadi pemadaman, pasti semua penerangan akan mati dan gelap. Sehingga dalam rumah harus menyediakan sumber pasokan listrik cadangan dengan kapasitas yang disesuaikan dengan desain rumah anda.

  • Tempat konser atau pernikahan

Dalam sebuah kegiatan penting seperti pernikahan atau konser, genset harus disiapkan sejak awal. Karena pada saat ini penerangan yang diberikan tidak cukup kuat memberikan pasokan listrik. Oleh karena itu, dibutuhkan sumber cadangan listrik yang besar, yaitu dengan genset agar ketika terjadi pemadaman dapat segera teratasi dengan cepat dan tepat.

Genset mempunyai manfaat yang besar dalam memenuhi kebutuhan manusia. Dengan adanya genset, dapat menjadi alternatif cadangan listrik yang paling efektif dalam memberikan pasokan listrik untuk penerangan, air conditioner, sound sistem, dan sebagainya. Alternatif utama yang digunakan adalah genset.