Tablet Lenovo dengan Baterai Paling Awet di Dunia

Tablet Lenovo dengan Baterai Paling Awet di Dunia

di saat produsen PC lain masih “berju­ ang” melakukan transformasi bisnisnya di perangkat mobile (smartphone dan tablet), Lenovo terlihat mulai menunjukkan tajinya dengan menggulirkan serangkaian produk terbarunya secara reguler untuk menantang produsen mapan di dunia mobile, seperti Samsung dan Apple. Sepak terjang bisnisnya yang agresif di setiap lini produk sudah banyak diduga, mengingat Lenovo sudah “menelan” beberapa perusahaan ternama seperti, divisi notebook dan server x­86 IBM, serta terakhir unit bisnis smartphone Motorola dari Google. Apakah berdampak lang sung atau tidak dengan ak sinya melakukan M&A (Merger and Acquisition), be lakang an ini rangkaian produk Lenovo mulai menunLeNovo YogA 8 TABLeT Tablet Multimode yang Awet Seharian jukkan diferensiasinya dengan sejumlah inovasi desain.

Salah satu contohnnya adalah produk seri Yoga yang pertama kali hadir di notebook. Terbilang suk ses, Lenovo pun mem perluas portofolio produk Yoga­nya ke kategori tablet dengan merilis Yoga Tablet 8 dan Yoga Tablet 10. Kali ini CHIP melakukan pengujian Yoga Tablet 8 yang ditargetkan Lenovo sebagai tablet mini yang terjangkau (di bawah Rp 4­jutaan) yang mengusung nilai jual tersendiri, seperti desain ergonomis dan baterai yang tahan lama (diklaim hingga 18 jam) Kesan pertama yang dirasakan saat memegang tablet yang berukuran mirip dengan tablet Android lainnya (Google Nexus 7, Asus MemoPad HD 7, atau Samsung Galaxy Tab 8.0) adalah desainnya yang ergonomis dengan ketebalan layar berkisar 3 mm yang dipadu dengan satu tepian berbentuk silinder (diameter 21 mm) di salah satu sisi panjangnya. Julukan multimode tablet yang diberikan Lenovo “bermuara” ke bagian silinder tersebut. Pasalnya, bagian silinder yang setiap ujungnya terdapat tombol Power (kiri) dan audio jack 3,5 mm ini juga berfungsi sebagai baterai (6000 mAh) dan kickstand yang dapat diputar (mekanisme engsel) dalam tiga mode (tilt, stand, dan hold mode). Kickstand beserta bagian silinder terbuat dari bahan aluminium agar strukturnya kokoh dan terkesan “premium”.

Pemakaian aluminium (bukan plastik) berdampak pada bobot tablet yang sedikit di atas tablet 7­8 inci lainnya. Adapun putaran engsel yang keras dimaksudkan agar pada mode stand (lihat gambar utama), tablet bisa berdiri stabil. Saat mode hold (genggam dalam potrait mode), Yoga Tablet 8 meng ingatkan CHIP pada Sony Xperia Tablet S. Di sini, tablet akan lebih enteng digenggam tangan (dibandingkan berbentuk datar). Tidak semua tablet sempurna. Selain baterai yang tahan lama, desain ergonomis (multimode tablet), dan kualitas audio stereo speaker yang relatif bagus, Yoga Tablet 8 juga memiliki kekurangan. Kekurang an yang bisa dirasakan langsung adalah perpindahan layarnya yang kurang mulus dan respon layar sentuh yang rendah saat menjalankan beberapa app dan game. Penggunaan SoC MediaTek MT8389 1.2 GHz dan RAM 1 GB diduga menjadi penyebab utama (skor AnTuTu 13448, 3DMark IceStorm 3003). Adanya empat core CPU SoC tersebut tidak banyak membantu bottleneck dari single core GPU (PowerVR SGX544) dalam meng olah instruksi graphics 2D dan 3D yang intensif. Namun, secara umum SoC Yoga Tablet 8 sudah sangat memadai jika Anda tergolong pengguna yang lebih banyak melakukan aktivitas “mengkonsumsi” content, dan bukan bermain graphic­intensive game